Huawei Paparkan Enam Proyek Percontohan Ketenagalistrikan Global, Bangun Sistem Baru dengan Sinergi AI dan Energi

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 25 September 2026 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SHANGHAI, 25 September 2026 /PRNewswire/ — Huawei menggelar Global Electric Power Summit 2026 sebagai bagian dari ajang HUAWEI CONNECT 2026. Dengan tema "AI × Energy: Unlocking a New Power System", forum ini mempertemukan lebih dari 600 perwakilan perusahaan listrik global, asosiasi industri, mitra ekosistem, dan media untuk membahas integrasi teknologi digital dan cerdas dengan transisi energi.

Huawei Paparkan Enam Proyek Percontohan Ketenagalistrikan Global, Bangun Sistem Baru dengan Sinergi AI dan Energi
Huawei Paparkan Enam Proyek Percontohan Ketenagalistrikan Global, Bangun Sistem Baru dengan Sinergi AI dan Energi

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Huawei bersama sejumlah perusahaan listrik global juga memperkenalkan enam proyek percontohan ketenagalistrikan dalam forum tersebut. Proyek-proyek ini memperlihatkan penerapan transformasi digital dan cerdas secara menyeluruh, mulai dari pembangkitan hingga konsumsi listrik, serta dari pasar domestik hingga internasional. Langkah tersebut menandai perkembangan penting bagi industri ketenagalistrikan, dari sebelumnya mengandalkan dukungan satu arah menuju sinergi dengan daya komputasi.

Sektor energi global kini tengah mengalami perubahan besar. Energi terbarukan terdistribusi semakin berperan penting mengurangi ketergantungan pada sumber energi eksternal, serta memperkuat ketahanan jaringan listrik dan memperluas akses masyarakat terhadap listrik.

Philippe Adam, Sekretaris Jenderal, International Council on Large Electric Systems (CIGRE), mengatakan, "Industri ketenagalistrikan tengah mengalami transformasi besar yang didorong oleh transisi energi, pusat data AI (AIDC), dan digitalisasi."

Industri ketenagalistrikan kini menghadapi sejumlah tantangan yang saling berkaitan, mulai dari transisi energi terbarukan dan transformasi cerdas hingga terbatasnya akses listrik bagi 700 juta orang di seluruh dunia. Di tengah kondisi tersebut, Huawei menilai AI telah menjadi kebutuhan penting bagi sistem ketenagalistrikan yang telah berkembang selama lebih dari satu abad. Menurut Huawei, sisi tegangan rendah yang selama ini menjadi salah satu titik kendala jaringan, akan menjadi area utama penerapan AI pada masa depan. Untuk mengatasi kesenjangan pengelolaan di sisi tegangan rendah, industri ketenagalistrikan membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih sistematis dan transparan. Pendekatan ini bertumpu pada enam kapabilitas utama, yakni observability, measurability, controllability, adjustability, tradability, dan traceability. Keenam kapabilitas tersebut sangat berperan menjaga keberlanjutan sistem dalam jangka panjang.

David Sun, Chief Executive Officer (CEO), Huawei Electric Power Digitalization Business Unit (BU), mengatakan, "Inti dari transparansi sisi tegangan rendah sebenarnya sederhana: data yang lebih cepat, kualitas yang lebih tinggi, dan efisiensi biaya yang lebih baik. Untuk membangun sistem ketenagalistrikan baru, industri perlu memprioritaskan tiga hal, yaitu talenta digital, infrastruktur digital, dan digital regulated asset base (RAB)."

Penerapan Berbasis Skenario: Enam Proyek Percontohan Global Membuktikan Keberhasilan Transformasi Digital dan Cerdas

Di ajang Global Electric Power Summit 2026, Huawei memperkenalkan enam proyek percontohan global. Proyek tersebut mencakup jaringan listrik digital dan cerdas CEMIG di Brasil; zona demonstrasi sistem ketenagalistrikan baru yang mengintegrasikan jaringan distribusi dan microgrid di Guangzhou Baiyun Power Supply Bureau, China Southern Power Grid; sistem diagnosis cerdas dan operasional pintar pada jaringan distribusi listrik baru di Shaoshan, Hunan, Tiongkok; sistem pasokan dan konsumsi listrik cerdas di Jiangxi, Tiongkok; stasiun konverter digital UHV ±800 kV di Shaoxing, Zhejiang, Tiongkok; serta jaringan komunikasi ketenagalistrikan di Liaoning, Tiongkok. Keenam proyek tersebut mencerminkan penerapan transformasi digital dan cerdas dalam berbagai skenario di seluruh rantai proses ketenagalistrikan.

Ke depan, Huawei akan terus mengandalkan kapabilitasnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dengan kerangka tiga jenjang yang mencakup metrik, arsitektur, dan teknologi, Huawei akan bekerja sama dengan perusahaan listrik global, lembaga standardisasi, dan mitra ekosistem untuk mendorong inovasi, meningkatkan kapabilitas industri, serta mendorong pertumbuhan ekosistem secara keseluruhan.

Berita Terkait

EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia
Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi
Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu
GEEKOM Pamerkan Teknologi Komputasi AI Lokal, Mini PC Berperforma Tinggi, dan Laptop Ultratipis di INDOCOMTECH 2026
Indeks elektrifikasi baru menunjukkan Tiongkok memimpin, sementara AS berisiko kehilangan momentum dan pelaksanaan elektrifikasi di Eropa tertinggal dari kebijakannya
Delixi Electric Perluas Produk dan Perkuat Kemitraan Global di Ajang 140th Canton Fair
World Young Scientist Summit 2026 Resmi Dibuka di Wenzhou, Zhejiang
Bertransformasi dari Merek Nasional Vietnam Menjadi Pemain Regional: SUNHOUSE Raih Penghargaan APEA Corporate Excellence Dua Tahun Berturut-turut

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:25 WIB

GEEKOM Pamerkan Teknologi Komputasi AI Lokal, Mini PC Berperforma Tinggi, dan Laptop Ultratipis di INDOCOMTECH 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 00:01 WIB

Indeks elektrifikasi baru menunjukkan Tiongkok memimpin, sementara AS berisiko kehilangan momentum dan pelaksanaan elektrifikasi di Eropa tertinggal dari kebijakannya

Berita Terbaru